ini adalah program java terintegrasi, semoga bermanfaat ya :) class main public class main{ public static void main(String[]args){ tabung gelas =new tabung(); System.out.println("_____________LINGKARAN_________"); gelas.Input(); gelas.lklingkaran(); System.out.println(); System.out.println("______________TABUNG_________"); System.out.println("volume tabung : "+gelas.tabung()); System.out.println("luas tabung : "+gelas.luastabung()); } } class lingkaran public class lingkaran { float jari= 10; double v=3.14; public double lingkaran(){ return jari*jari*v; } public double keliling(){ return (2*jari*v); } } class tabung public class tabung extends lingkaran { double t=10; lingkaran ling = new lingkaran(); public void Input(){ System.out.println("jari-jari lingkaran : "+jari); System.out.println("'v' lingkaran : "+v); } public void lklingkaran(){ System.out.println("luas lingkaran : "+ling.lingkaran()); System.out.println("keliling lingkaran : "+ling.keliling()); } public double tabung (){ return lingkaran ()*t; } public double luastabung(){ return (2*lingkaran())+(keliling()*t); } }
nilai rata-rata
ini adalah program nilai rata-rata beserta menentukan indeks dari nilai tersebut, semoga bermanfaat :) import java.io.*; public class hitung1 { public static void main(String[] args)throws IOException { InputStreamReader isr = new InputStreamReader (System.in); BufferedReader br = new BufferedReader(isr); char nilaiIndeks; double nilaiUTS = 0, nilaiUAS = 0, nilaiAkhir; String temp; //masukkan data yang diinginkan System.out.print("masukkan nilai uts : "); temp = br.readLine(); nilaiUTS = Integer.parseInt(temp); System.out.print("masukkan nilai uts : "); temp = br.readLine(); nilaiUAS = Integer.parseInt(temp); //menghitung nilai akhir menggunakan rumus nilaiAkhir = (0.4 * nilaiUTS) + (0.6 * nilaiUAS); if (nilaiAkhir >= 80) { nilaiIndeks = 'A'; }else if (nilaiAkhir >= 70) { nilaiIndeks = 'B'; }else if (nilaiAkhir >= 50) { nilaiIndeks = 'C'; }else if (nilaiAkhir >= 30) { nilaiIndeks = 'D'; }else { //(nilai<30) nilaiIndeks = 'E'; } System.out.println("nilai akhir\t: : " + nilaiAkhir); System.out.println("nilai indeks\t: : " + nilaiIndeks); }}
New Media dalam Sosial Budaya
Berikut ini adalah pembahasan dari New Media dalam Sosial Budaya, kami akan mempresentasikan pembahasan ini dalam bentuk pdf. Silakan dilihat dan semoga berguna untuk kawan-kawan semuanya...
sosial budaya
ya cukup sekiap makalah dari new media di dunia sosial budaya mudah mudahan bermanfaat bagi semua .....:)
HARAPAN
HARAPAN TAK PERNAH MATI
Masih ada harapan
sebelum mati,
sebelum kebekuan
menuntaskan nyeri.
Atau biarkan
jalan-jalan asing
dan berbatu itu:
perlahan
melilit hati
dan pikiran kita.
Atau biarkan
tangan-tangan waktu
yang akan membakar
dan meledakkan
perjalanan kita,
lantas seperti asap
kita akan bertiup:
sambil mendekap
bayang-bayang hidup.
"Tapi kalian
adalah kepedihan,
adalah kepedihan,
adalah kepedihan!"
Mungkin begitu
matahari akan
berteriak membentak
kita. Tapi napas
dan keinginan
akan tetap menyatu
di puncak pencarian,
sedangkan waktu
tak pernah tuntas
memberikan jawaban.
Jadi, tak ada
yang musti
kita takutkan,
bila akhirnya
kita akan tetap
sampai pada kematian:
s
e
n
d
i
r
i
merasakan puncak kepedihan.
sumber :http://www.lallement.com/erwin/puisi32.htm
tanggung jawab
kegelisahan
Kegelisahan datang tak terduga
Kegelisahan adalah hal yang
tidak terduga rupanya, bisa dirasakan sebelum sesuatu hal terjadi pada
saat hal itu terjadi, atau bahkan setelah hal itu terjadi. Sekarang
bagaimana kita dapat mengendalikan kegelisahan itu agar tidak
berlarut-larut dan menimbulkan efek yang justru mengganggu kehidupan
dan perasaan kita. Jadi setiap ada hal apapun yang membuat kita gelisah
maka kita harus bersugesti hal yang baik agar membuat kita tenang, dan
selalu mengambil hikmah dari apapun yang terjadi. Efek kegelisahan bisa
timbul karena ada perlakuan yang tidak positif dari dalam diri kita
sendiri. Maka dari karena itu apabila kita melakukan suatu kejadian
atau perbuatan harus di usahakan sebisa mungkin menjalankannya dengan
baik.
Pandangan hidup merupakan sesuatu yang sulit untuk dikatakan, sebab kadang-kadang pandangan hidup hanya merupakan suatu idealisme belaka yang mengikuti kebiasaan berpikir didalam masyarakat.
Pandangan hidup juga bisa diimplementasikan sebagai hasil-hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman, fakta, dan sikap meyakini sesuatu yang diringkas sebagai pegangan, pedoman, petunjuk, atau arahan.
Pandangan hidup sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Segala perbuatan, sikap, dan aturan –yang diwujudkan dalam berbagai bentuk, merupakan refleksi dari pandangan hidup yang telah dirumuskan. Pandangan hidup sering disebut filsafat hidup. Filsafat hidup sendiri diarti-konkritkan sebagai kecintaan atau kebenaran yang bisa dicapai oleh siapapun. Maka dari itu, pandangan hidup dengan hakikat bisa dicapai oleh siapapun itu, sangat diperlukan oleh tiap manusia. Pandangan hidup tiap orang bisa berbeda bisa juga sama. Dari situ terdapat pengklasifikasian tentang asal dari pandangan hidup tersebut, sebagai berikut:
a.Pandangan hidup berasal dari agama merupakan pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
b.Pandangan hidup ideologi merupakan pandangan hidup yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma
negara tersebut.
c.Pandangan hidup hasil renungan merupakan pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Pandangan hidup pada dasarnya memiliki unsur-unsur, yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan. Cita-cita adalah sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Kebajikan dalam hal ini, adalah nilai yang menjadi patokan usaha yang harus ditempuh untuk menggapai cita-cita. Usaha adalah hal-hal yang diupayakan sebaik mungkin untuk menggapai cita-cita yang harus dilandasi oleh keyakinan . Keyakinan diukur dengan daya pikir akal, jasmani, dan sikap maupun rasa kepada Tuhan. Hal ini yang mencirikan bahwa unsur-unsur pandangan hidup di atas saling berkaitan. Setiap orang, baik dari tingkatan yang paling rendah sampai dengan tingkatan yang paling tinggi, mempunyai cita-cita hidup. Hanya kadar cita-citanya sajalah yang berbeda. Bagi orang yang kurang kuat imannya ataupun kurang luas wawasannya, apabila gagal mencapai cita-cita, tindakannya biasanya mengarah pada hal-hal yang bersifat negative. Suatu ironi memang, bila manusia sedang dalam keadaan senang, bahagia, serta kecukupan, mereka lupa akan pandangan hidup yang diikutinya dan berkurang rasa pengabdiannya kepada Sang Pencipta. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :
a. Kurangnya penghayatan pandangan hidup yang diyakini.
b. Kurangnya keyakinan pandangan hidupnya.
c. Kurang memahami nilai dan tuntutan yang terkandung dalam pandangan hidupnya.
d.Kurang mampu mengatasi keadaan sehingga lupa pada tuntutan hidup yang ada dalam pandangan
hidupnya.
e. Sengaja melupakannya demi kebutuhan diri sendiri.
Di sinilah peranan pandangan hidup seseorang. Pandangan hidup yang teguh merupakan pelindung seseorang. Dengan memegang teguh pandangan hidup yang diyakini, seseorang tidak akan bertindak sesuka hatinya. Ia tidak akan gegabah bila menghadapi masalah, hambatan, tantangan dan gangguan, serta kesulitan yang dihadapinya.
Sebagai tambahan, apabila pandangan hidup tesebut diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka pandangan hidup tersebut akan menjadi ideologi. Dan jika itu berkembang lagi, hingga lingkup kerakyatan atau negara maka disebut ideologi negara.
arti keindahan
keadilan
cinta kasih
pandangan hidup
Pandangan hidup merupakan sesuatu yang sulit untuk dikatakan, sebab kadang-kadang pandangan hidup hanya merupakan suatu idealisme belaka yang mengikuti kebiasaan berpikir didalam masyarakat.
Pandangan hidup juga bisa diimplementasikan sebagai hasil-hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman, fakta, dan sikap meyakini sesuatu yang diringkas sebagai pegangan, pedoman, petunjuk, atau arahan.
penderitaan
Suatu cerita yang mengisahkan tentang seorang yang membuat suatu rencana keji dan tidak bertanggung jawab, dan menimbulkan penderitaan bagi orang yang berada disekelilingnya. Saya akan mengangkat cerita ini sebagai contoh dari pembahasan manusia dan penderitaan, dan sebagai pembelajaran bagi semua yang membacanya.
Tragedy Dewi Raksa Parati dan Dewi Sitanana ( konsepsi ilmu budaya dasar dalam kesusastraan)







