Tampilkan postingan dengan label TUGAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TUGAS. Tampilkan semua postingan
manusia dan harapan
Manusia dan Harapan
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.
Harapan berasal dan kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.Jadi untuk mewujudkan harapan itu harus disertai dengan usaha yang sesuai dengan apa yang diharapkan Bila dibandingkan dengan cita-cita , maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk: sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antar harapan dan cita-cita terdapat persamaam yaitu :
• keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud
• pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
Persamaan Harapan dan Cita-cita
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Cita-cita merupakan Impian yang disertai dengan tindakan dan juga di berikan batas waktu. Jadi kalau kita bermimpi untuk menjadi netpreneur yang sukses, ya… harus di sertai tindakan jangan cuma berandai-andai saja. Serta jangan lupa di berikan target waktu sehingga kita punya timeline kapan hal tersebut kita inginkan terealiasasi.
Dalam bercita-cita pun sebaiknya jangan terlalu mendetail dan fanatik karena kita bisa dibuat stres dan depresi jika tidak tercapai. Contoh adalah seseorang yang punya cita-cita jadi dokter. Ketika dia tidak masuk jurusan ipa dia stress, lalu gagal snmptn / spmb kedokteran dia stress, dan seterusnya.
Tidak semua orang bisa menentukan cita-cita. Jika tidak bisa menentukan cita-cita, maka bercita-citalah untuk menjadi orang yang berguna dan dicintai orang banyak dengan hidup yang berkecukupan. Untuk mendapatkan motivasi dalam mengejar cita-cita kita bisa mempelajari kisah sukses orang lain atau membaca atau melihat film motivasi hidup seperti laskar pelangi.
Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu: keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik ataumeningkat.
Penyebab Manusia Mempunyai Harapan
Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langusung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari pergaulan hidup. Ditengah – tengah manusia lain itulah, seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik/jasmani maupun mental/ spiritualnya. Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
• Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pcmbawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.
Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, dan scbagainya. Seperti halnya orang yang menonton Pertunjukan lawak, mereka ingin tertawa, pelawak juga mengharapkan agar penonton tertawa terbahak-bahak. Apabila penonton tidak tertawa, harapan kedua belah pihak gagal, justru sedihlah mereka.
Kodrat juga terdapat pada binatang dan tumbuh-tumbuhan, karena binatang dan tumbuhan perlu makan, berkembang biak dan mati. Yang mirip dengan kodrat manusia ialah kodrat binatang, walau bagaimanapun juga besar sekali perbedaannya. Perbedaan antara kedua mahluk itu, ialah bahwa manusia memiliki budi dan kehendak. Budi ialah akal, kemampuan untuk memilih. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan, sebab bila orang akan memilih, ia harus mengetahui lebih dahulu barang yang dipilihnya. Dcngan budinya manusia dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang
salah, dan dengan kehendaknya manusia dapat memilih. Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat atau hidup bcrsama dengan manusia lain. Dengan kodrat ini, maka manusia mempunyai harapan.
• Dorongan kebutuhan hidup
Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besamya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani
Kebutuhan jasmaniah misalnya ; makan, minum, pakaian, rumah. (sandang, pangan,
dan papan), ketenangan, hiburan, dan keberhasilan.
Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain.
Hal ini disebabkan, kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan fisik/jasmaniah
maupun kemampuan berpikimya.
Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia
mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya.
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan
manusia itu ialah :
a) kelangsungan hidup (survival)
b) keamanan ( safety )
c) hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d) diakui lingkungan (status)
e) perwujudan cita-cita (self actualization)
Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. maka jelaslah kepada kita, bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran. Ada jenis pengetahuan yang dimilik seseorang, bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karma orang lain itu dapat dipercaya. Yang diselidiki bukan lagi masalahnya, melainkan orang yang memberitahukan itu dapat dipercaya atau tidak. Pengetahuan yang diterima dari orang lain atas kewibawaannya itu disebut kepercayaan. Makin besar kewibawaan yang memberitahu mengenai pengetahuan itu makin besar kepercayaan.
Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya diberitahukan oleh Tuhan – langsung atau tidak langsung kepada manusia. Kewibawaan pemberi kebenaran itu ada yang melebihi besamya . Kepercayaan dalam agama merupakan keyakinan yang paling besar. Hak berpikir bebas, hak atas keyakinan sendiri menimbulkan juga hak ber agama menurut keyakinan.
Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu, Dasarnya ialah keyakinan masing-masing.
Teori Kebenaran
• Teori Kebenaran Korespondensi
Teori kebenaran korespondensi adalah teori yang berpandangan bahwa pernyataan-pernyataan adalah benar jika berkorespondensi terhadap fakta atau pernyataan yang ada di alam atau objek yang dituju pernyataan tersebut. Kebenaran atau suatu keadaan dikatakan benar jika ada kesesuaian antara arti yang dimaksud oleh suatu pendapat dengan fakta. Suatu proposisi adalah benar apabila terdapat suatu fakta yang sesuai dan menyatakan apa adanya. Teori ini sering diasosiasikan dengan teori-teori empiris pengetahuan.
Gejala-gejala alamiah, menurut kaum empiris, adalah bersifat kongkret dan dapat dinyatakan lewat panca indera manusia. Gejala itu bila ditelaah mempunyai beberapa karakteristik tertentu. Logam bila dipanaskan akan memuai. Air akan mengalir ke tempat yang rendah. Pengetahuan inderawi bersifat parsial. Hal ini disebabkan adanya perbedaan antara indera yang satu dengan yang lain dan berbedanya objek yang dapat ditangkap indera. Perbedaan sensivitas tiap indera dan organ-organ tertentu menyebabkan kelemahan ilmu empiris.
• Teori Kebenaran Koherensi
Teori kebenaran koherensi adalah teori kebenaran yang didasarkan kepada kriteria koheren atau konsistensi. Suatu pernyataan disebut benar bila sesuai dengan jaringan komprehensif dari pernyataan-pernyataan yang berhubungan secara logis. Pernyataan-pernyataan ini mengikuti atau membawa kepada pernyataan yang lain. Seperti sebuah percepatan terdiri dari konsep-konsep yang saling berhubungan dari massa, gaya dan kecepatan dalam fisika.
Kebenaran tidak hanya terbentuk oleh hubungan antara fakta atau realitas saja, tetapi juga hubungan antara pernyataan-pernyataan itu sendiri. Dengan kata lain, suatu pernyataan adalah benar apabila konsisten dengan pernyataan-pernyataan yang terlebih dahulu kita terima dan kita ketahui kebenarannya.
Salah satu dasar teori ini adalah hubungan logis dari suatu proposisi dengan proposisi sebelumnya. Proposisi atau pernyataan adalah apa yang dinyatakan, diungkapkan dan dikemukakan atau menunjuk pada rumusan verbal berupa rangkaian kata-kata yang digunakan untuk mengemukakan apa yang hendak dikemukakan. Proposisi menunjukkan pendirian atau pendapat tentang hubungan antara dua hal dan merupakan gabungan antara faktor kuantitas dan kualitas. Contohnya tentang hakikat manusia, baru dikatakan utuh jika dilihat hubungan antara kepribadian, sifat, karakter, pemahaman dan pengaruh lingkungan. Psikologi strukturalisme berusaha mencari strukturasi sifat-sifat manusia dan hubungan-hubungan yang tersembunyi dalam kepribadiannya.
Pengetahuan rasional yang berdasarkan logika tidak hanya terbatas pada kepekaan indera tertentu dan tidak hanya tertuju pada objek-objek tertentu. Gagasan rasionalistis dan positivistis cenderung untuk menyisihkan seluruh pemahaman yang didapat secara refleksi. Pemikiran rasional cenderung bersifat solifistik dan subyektif. Adanya keterkaitan antara materi dengan non materi, dunia fisik dan non fisik ditolak secara logika. Apabila kerangka ini digunakan secara luas dan tak terbatas, maka manusia akan kehilangan cita rasa batiniahnya yang berfungsi pokok untuk menumbuhkan apa yang didambakan seluruh umat manusia yaitu kebahagiaan.
• Teori Kebenaran Pragmatis
Teori kebenaran pragmatis adalah teori yang berpandangan bahwa arti dari ide dibatasi oleh referensi pada konsekuensi ilmiah, personal atau sosial. Benar tidaknya suatu dalil atau teori tergantung kepada berfaedah tidaknya dalil atau teori tersebut bagi manusia untuk kehidupannya. Kebenaran suatu pernyataan harus bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.
Menurut teori ini proposisi dikatakan benar sepanjang proposisi itu berlaku atau memuaskan. Apa yang diartikan dengan benar adalah yang berguna (useful) dan yang diartikan salah adalah yang tidak berguna (useless). Bagi para pragmatis, batu ujian kebenaran adalah kegunaan (utility), dapat dikerjakan (workability) dan akibat atau pengaruhnya yang memuaskan (satisfactory consequences). Teori ini tidak mengakui adanya kebenaran yang tetap atau mutlak.
Francis Bacon pernah menyatakan bahwa ilmu pengetahuan harus mencari keuntungan-keuntungan untuk memperkuat kemampuan manusia di bumi. Ilmu pengetahuan manusia hanya berarti jika nampak dalam kekuasaan manusia. Dengan kata lain ilmu pengetahuan manusia adalah kekuasaan manusia. Hal ini membawa jiwa bersifat eksploitatif terhadap alam karena tujuan ilmu adalah mencari manfaat sebesar mungkin bagi manusia.
Aksiologi ilmu pengetahuan modern yang dibingkai semangat pragmatis-materialis ini telah menyebabkan berbagai krisis lingkungan hidup, mulai dari efek rumah kaca akibat akumulasi berlebihan CO2, pecahnya lapisan ozon akibat penggunaan freon berlebihan, penyakit minimata akibat limbah methylmercury hingga bahaya nuklir akibat persaingan kekuasaan antar negara. Ketiadaan nilai dalam ilmu pengetahuan modern yang menjadikan sains untuk sains, bahkan sains adalah segalanya, telah mengakibatkan krisis kemanusiaan. Krisis lingkungan dan kemanusiaan, mulai dari genetic engineering hingga foules solitaire (kesepian dalam keramaian, penderitaan dalam kemelimpahan). Manusia telah tercerabut dari aspek-aspek utuhnya, cinta, kehangatan, kekerabatan, dan ketenangan. Kedua krisis global ini telah menghantui sebagian besar lingkungan dan masyarakat modern yang materialis-pragmatis.
Macam-macam Kepercayaan
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
• Kepercayaan pada diri sendiri
Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa Percaya pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
• Kepercayaan kepada orang lain
Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya ternadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu dipercaya karna ucapannya. Misalnya, orang yang berjanji sesuatu hams dipenuhi, meskipun janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat janji kepada orang lain.
• Kepercayaan kepada pemerintah
Berdasarkan pandangan teokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya Prof.Ir, Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya Tuhanlah pemilik kedaulatan sejati, Karena semua adalah ciptaan Tuhan. Semua mengemban kewibawaan, terutama pengemban tertinggi, yaitu raja, langsung dikaruniai kewibawaan oleh Tuhan, sebab langsung dipilih oleh Tuhan pula (kerajaan)
Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, (kewibawaan pun milik rakyat. Rakyat adalah negara, rakyat itu menjelma pada negara. Satu-satunya realitas adalah negara). Manusia sebagai seorang (individu) tak berarti. Orang. mempunyai arti hanya dalam masyarakat, negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, kedaulatan mutlak pada negara, negara demikian itu disebut negara totaliter. satu-satunya yang mempunyai hak ialah negara; manusia perorangan tidak mempunyai hak, ia hanya mempunyai kewajiban (negara diktator)
Jelaslah bagi kita, baik teori atau pandangan teokratis ataupun demokratis negara atau pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. Karena itu wajarlah kalau manusia sebagai warga negara percaya kepada negara/pemerintah.
• Kepercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat menolong umatnya, apabila umat itu tidak mempunyai kepercayaan kepada Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang mengalirkan daya kekuatannya. Oleh karcna itu jika manusia berusaha agar mendapat pertolongan dari padanya, manusia harus percaya kepada Tuhan, sebab Tuhanlah yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya merupakan
konsekuensinya tiap-tiap umat beragama dalam melakukan pemujaan kepada zat tersebut.
Usaha-usaha Meningkatkan Percaya pada Tuhan
Usaha itu antara lain:
• Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
• Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
• Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan, dan sebagainya.
• mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
• menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya.
anusia dan kegelisahan
MANUSIA DAN KEGELISAHAN
A. Pengertian
Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tenteram hatinya selalu merasa khawatir , tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hari maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tenteram hatinya selalu merasa khawatir , tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hari maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
manusia dan tanggung jawab
Manusia dan Tanggung
Jawab
A.
PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
Menurut kamus umum
Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib / kewajiban menanggung segala
sesuatunya.
Jadi tanggung jawab
adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang sengaja
maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai
perwujudan kesadaran akan kewajibannya...
manusia dan pandangan hidup
Manusia Dan
Pandangan Hidup
A.
Pandangan Hidup
Setiap manusia pasti mempunyai
pandangan hidupnya. Pandangan hidup bersifat. Pengertian pandangan hidup itu sendiri adalah pendapat ataupun pertimbangan yang dijadikan
untuk pegangan, pedoman, arahan atau petujuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan
merupakan hasil pemikiran manusia itu sendiri yang berdasarkan pengalaman hidup
atau sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup dapat
diklarifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
a.
Pandangan hidup berasal dari agama yaitu pandangan
hidup yang mutlak kebenarannya.
b.
Pandangan hidup yang berupa ideology yang
disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut.
c.
Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relative kebenarannya.
Pandangan hidup pada dasarnya memiliki unsure cita-cita,
kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. Yang dimaksud dengan cita-cita adalah apa yang ingin dicapai dengan
usaha atau perjuangan yang akan ditempuh untuk mendapatkannya. Tujuan yang
ingin dicapai adalah kebajikan. Kebajikan adalah segala sesuatu hal yang baik
yang dapat manusia itu bahagia, makmur dan tentram. Usaha atau perjuangan yaitu
kerja keras yang dilandasi oleh kepercayaan dan keyakinann. Keyakinan atau
kepercayaan itu dapat diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmani,
dan kepercayaan kepada Tuhan.
B.
Cita-Cita
Menurut
kamus besar bahasa Indonesia, cita-cita yaitu keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada
didalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang akan diperoleh seseorang pada masa depan.
Masa depan yaitu pandangan hidup yang akan datang. Dengan
demikian Cita-cita merupakan keingina, harapan dan tujuan manusia
yang makin tinggi tingkatannya.
Apabila
cita-cita yang belum terpenuhi bisa
disebut dengan angan-angan. Adapun faktor mencapai suatu cita-cita adalah,
yang pertama manusia harus memiliki cita-cita itu sendiri, kedua adalah kondisi
yang dihadapi selama proses pencapaian cita-cita tersebut, ketiga adlah
seberapa besarkah keinginan mencapai cita-cita itu sendiri.
C.
Kebajikan
Kebijakan atau kebaikan merupakan perbuatan yang
mendatangkan kebaikan pada hakekatnya dapat berupa
perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika.
Manusia yang berbuat baik karena menurut kodratnya manusia itu baik dan makhluk
yang bermoral atas dorongan hati nuraninya untuk berbuat kebaikan kepada sesama
manusia.
Manusia yaitu seorang pribadi yang utuh terdiri atas jiwa
dan badan. Apabila ke-2 unsur tersebut terpisah maka manusia itu meninggal,
namun takdir itu telah ditentukan oleh yang Maha Kuasa. Karena merupakan
pribadi, manusia memiliki pendapat
sendiri, ia mencintai diri sendiri, perasaannya sendiri, cita-cita sendiri, dan
lain-lain. Namun karena sifatnya yang pribadi manusia terkadang terlalu
mementingkan dirinya sendiri dan dapat tidak mengenal kebajikan atau kebaikan.manusia merupakan mahluk social,
tidak dapat lepas dari hidup bermasyarakat, saling membutuhkan, saling
menolong, saling menghargai, saling mencurigai, membenci, merugukan, dan
sebagainya.
Sebagai
mahluk pribadi manusia dapat menentukan apa yang baik maupun buruk untuk
dirinya sendiri lewat suara hatinya. Sebenarnya suara hari selalu memilih yang
baik, maka ia selalu mendesak orang agar senantiasa berbuat dan berlaku baik
kepada sesame mahluk tuhan. Dan sebaliknya apabila kita hendak melakukan
tindakan buruk maka itu sesungguhnya telah berlawanan dengan suara hati
kita.
D.
Usaha / perjuangan
Usaha/perjuangan adalah
kerjakeras untuk mencapai ataupun mewujudkan cita-cita. Sebagian besar dari
hidup manusia adalh perjuangan, berjuangan untuk hidup dan ini sudah merupakan
kodrat dari tuhan.
Kerja keras dapat kita
lakukan dengan otak/ilmu dan dapat juga kita lakukan dengan jasmani/tenaga atau
pun kedua-duanya sekaligus.
Pada dasarnya kerja keras
adalah menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia.
E.
Keyakinan / Kepercayaan
Keyakinan yang menjadi dasar
pandangan hidup berasal dariakal atau kekuasaan tuhan. Menurut Prof.Dr.Harun
Nasution ada tiga aliran filsafat, yaitu naturalis, intelektual, dan gabungan.
a)
Aliran Naturalis, yaitu
manusia dihubungkan dengan alam gaib yang merupakan kekuatan tertinggi.
b)
Aliran Intelektualis, yaitu
aliran yang mengutamakan logika dan akal.
c)
Aliran Gabungan dimana
aliran ini menggabungkan antara aliran naturalis dengan intelektual.
F.
Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik
Terdapat langkah-langkah
dalam mencapai tujuan dan dengancita-cita yang lain :
a)
Mengenal, merupakan suatu
kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas
hidupnya.
b)
Mengerti, ini adalah tahap
kedua, yang maksudnya mengerti pada pandanhan hidup dari diri sendiri.
c)
Menghayati, dengan menhayati
pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan bebar mengenai
kebenaran dari pandangan hidup itu sendiri.
d)
Meyakini, disini dimaksudkan
agar kita meyakini pandangan hidup itu.
e)
Mengabdi, denagn mengabdi
kita akan mendapatkan hikmah dari kesabaran dan keikhlasan yang dapat kita
nikmati ketika masih hidup ataupun sudah meninggal.
f)
Mengamankan, Mengaankan, mungkin sudah merupakan sifat manusia
bahwa bila sudah mengabdikan diri pada suatu pandangan hidup lalu ada orang
lain yang menggangu dan atau menyalahkannya tentu dia tidak menerima dan bahkan
cenderung untuk mengadakan perlawan.
manusia dan keadilan
MANUSIA DAN KEADILAN
A.
Pengertian Keadilan
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam
tindakan manusia. Kelayakan dapat diartikan sebagai titik tengah diantara kedua
ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit.
Keadilan menurut Plato diproyeksikan pada diri manusia
sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri, dan
perasaannya dikendalikan oleh akal.
Menurut pendapat yang lebih umum bahwa keadilan adalah
pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Berdasarkan
keadaan etis, kita dituntut tidak hanya mengiginkan hak namun juga harus
menjalankan kewajibannya.
B.
Keadilan Sosial
Untuk mewujudkan keadilan social, perlu sikap dan
perbuatan yang harus dipupuk, yaitu:
1. Perbuatan
luhur
2. Sikap adil
terhadap sesame, menjaga antara hak dan kewajiban
3. Sikap suka
member pertolongan kepada orang yang memerlukannya
4. Sikap suka
bekerja keras
5. Sikap
menghargai hasil karya orang lain.
MANUSIA DAN PENDERITAAN
MANUSIA DAN PENDERITAAN
A. PENGERTIAN
PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata derita, yang
berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita itu
adalah merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan, penderitaan dapat timbul dari
lahir atau batin.
Penderitaan akan dialami oleh semua orang,
sebagai suatu resiko hidup.
Banyak kasus penderitaan dalam kehidupan,
sesuai dengan lika-liku kehidupan manusia. Lalu bagaimana manusia dapat
mengatasinya ? penderitaan fisik akan
diatasi dengan bantuan medis, sedangkan penderitaan psikis, penyembuhannya
terletak pada kemampuan si penderita dalam mengatasi permaalahan psikis yang
sedang dihadapi.
B. SIKSAAN
Siksaan dapat berupa siksaan badan atau
jasmani, dan dapat berupa juga siksaan jiwa atau rohani yang dapat menimbulkan
sebuah penderitaan pada seseorang.
Siksaan psikis misalnya :
-
Kebimbangan yaitu suatu kondisi dimana
seseorang tidak dapat menentukan suatu pilihan yang akan diambil.
-
Kesepian yaitu suatu kondisi dimana
seseorang merasakan rasa sepi dalam dirinya walau sedang dalam lingkungan yang
ramai.
-
Ketakutan yaitu suatu bentuk yang
menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin, bila rasa takut dibesar-besarkan
tidak pada tempatnya maka disebut phobia, yang terkadang ketakutan itu
sedemikian hebat sehingga menimbulkan siksaan batin/psikis.
Penyebeb
yang menjadikan seseorang merasakan ketakutan:
·
Claustrophobia dan Agoraphobia :
Claustrophobia adalah ketakutan ditempat tertutup sedangkan Agoraphobia
ketakutam ditempat terbuka.
·
Gamang : ketakutan ditempat tinggi.
·
Kegelapan
·
Kesakitan
·
Kegagalan
C. KEKALUTAN
MENTAL
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi
dikenal sebagai kekalutan mental.
Gejala-gejala seseorang yang mengalami
kekalutan mental adalah:
a.
Pada jasmani akan mengalami pusing, sesak
napas, demam, nyeri pada lambung
b. Pada
kejiwaannya adanya rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah
marah.
Tahap-tahap
gangguan kejiwaan :
a.
Gangguan jiwa akan tampak pada jasmani dan
rohani si penderita.
b. Usaha
mempertahankan diri dengan cara negative, yaitu mundur atau lari
c.
Kekalutan merupakan titik patah dan yang
bersangkutan mengalami gangguan.
Sebab
timbulnya kekalutan mental :
a.
Kepribadian yang lemah
b. Terjadinya
konflik social budaya
c.
Cara pematangan batin
D. PENDERITAAN
DAN PERJUANGAN
Setiap manusia pasti mengalami penderitaan,
karena penderitaan tersebut merupakan suatu yang bersifat kodrati.
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat
manusia yang artinya bahwa manusia hidup bukan hanya untuk menikmati
kebahagiaan saja namun juga akan menjalani penderitaan, karna dua hal tersebut
sudah menjadi kodrat manusia dari Tuhan Yang Maha Esa. Penderitaan ada dengan
tujuan agar manusia melakukan sebuah perjuangan dalam hidup guna mengurang atau
menghilangkan penderitaan yang ada.
E. PENDERITAAN,
MEDIA MASA DAN SENIMAN
Di jaman yang modern ini manusia
mendapatkan resiko akan penderitaan yang lebih besar, karena kemajuan teknologi.
Beberapa sebab lain yang menimbulkan
penderitaan manusia ialah adalah kecelakaan, bencana alam, perang, dan
lain-lain.
Media masa adalah wadah yang paling sesuai
dalam menghubungkan peristiwa-peristiwa yang menyangkut penderitaan manusia
kepada masyarakat.
F. PENDERITAAN
DAN SEBAB-SEBABNYA
Sebab-sebab timbulnya penderitaan manusia
adalah :
a.
Penderitaan karena perbuatan buruk manusia.
Penderitaan
jenis ini dapat terjadi karna adanya hubungan ma dengan manusia dan manusia
dengan alam sekitar. Penderitaan ini bersifat nasib dan karna ini adalah nasib
jadi manusia masih dapat merubah nasib akan penderitaannya ini.
b. Penderitaan
karena penyakit, siksaan/ azab Tuhan
Penderitaan
manusia dapat terjadi karena penyakit, siksaan/ azab Tuhan namun kesabaran,
tawakal dan optimis adalah kunci untuk menghadapi jenis penderitaan ini.
G. PENGARUH
PENDERITAAN
Dari pengalaman mengalami penderitaan,
manusia tentu akan pendapatkan pengaruh dalam hidupnya baik itu pengaruh
negative ataupun positif. Sikap negative misalnya adalah putus asa, rasa tidak
bisa menerima kenyataan, frustasi dan lainnya. Sedangkan sikap positif adalah
mampu memperjuangkan nasib untuk keluar dari penderitaan yang disebut
optimisme.
manusia dan keindahan
Manusia dan keindahan
A. Keindahan
Kata
keindahan berasal dari kata indah, artinya adalah bagus,permai, cantik elok,
molek, dan sebagainya. Kawasan keindahan bagi manusia sangatlah luas, seluas
keanekaragaman manusia, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Maka dari itu
keindahan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
Keindahan
identik dengan kebenaran, keindahan dan kebenaran bersifat abadi, dan daya
tariknya selalu bertambah. Maka dari itu yang mengandung ketidak benaran
berarti sesuatu yang tidak indah.
Keindahan
juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu,
dan tempat.
a. Apakah
keindahan itu ?
Keindahan sebenarnya sulit utuk
didekskripsikan, kaerna suatu keindahan itusuatu konsep abstrak, namun keindahan itu baru jelas
apabila dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya.
Menurut the Liang Gie dalam bukunya
“Garis besar estetika”. Asal kata indah dalam bahasa Inggris adalah kata
“beautiful” dalam bahasa Prancis “beau”, sedang Italia dan Spanyol “bello” berasal
dari kata latin “bellum”.
Dalam bahasa Inggris sering
dipergunakan istilah beauty (keindahan) dan the beautiful (benda atau hal yang
indah). Keduanya sering dicampuradukkan, tetapi, terdapat pula perbedaan
menurut luasnya pengertian, yaitu :
a. Keindahan dalam arti yang luas
Pengertian keindahan dalan arti
seluas-luasnya meliputi:
i)
Keindahan
seni
ii)
Keindahan
alam
iii)
Keindahan
moral
iv)
Keindahan
intelektual
b. Keindahan dalam arti estetis murni
c. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya
dengan penglihatan.
Jadi
keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kwalita pokok tertentu dalam suatu hal.
Kwalita
sering disebut kesatuan (unity), keselarasan(harmony), kesetangkupan(symmetry),
keseimbangan(balance) dan perlawanan (contrast). Maka dapat disimpulkan
keindahan tersusun dari berbagai keselarasan.
b. Nilai
estetik
Apakah nilai estetik tersebut ?
dalam bidang filsafat, istilah nilai dipakai sebagai sebagai jenis nilai
seperti nilai moral, ekonomik, pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang tercakup
dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.
Nilai ada yang membedakannya sebagai
niali subyektif dan nilai objektif, atau niali perseorangan dan nilai
kemasyarakatan. Dan juga ada yang menggolongkan sebagai nilai ekstrinsik dan
instrinsik. Nilai ekstrinsik diihat dari nilai benda tersebut, sedangkan nilai
instrinsik merupakan lebih kepada tujuan atau fungsi dari si benda tersebut.
c. Kontemplasi
dan ekstansi
Kontemplasi adalah dasar dalam diri
manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk
menyatakan, merasakan, dan menikmati sesuatu yang indah.
Apabila kontemplasi dan ekstensi
dihubungkan dengan kreativitas, maka kontenplasi sebagai pendorong dalam
menciptakan keindahan.
d. Apa sebab
manusia menciptakan keindahan ?
Keindahan dasarnya adalah sesuatu
yang alami. Alami artinya wajar, tidak lebih dan tidak kurang. Pengungkapan
keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan
tertentu. Berikut ini uraian alas an atau motivasi seniman menciptakan keindahan
:
1. Tata nilai yang telah using
2. Kemerosotan zaman
3. Penderitaan manusia
4. Keagungan Tuhan
e. Keindahan
menurut pandangan romantic
Dalam buku AN Essay on Man (1954),
Erns Cassirer mengatakan arti keindahan tidak pernah selesai diperdebadkan. Dia
mengetahiu bahwa keindahan hanya sebuah konsep.
Menurut karya midsummer night ,
keindahan merupakan sesuatu yang rendah dan tidak mempunyai nilai dan dapat
berubah menjadi berarti.
Maka terbentuklah konsep keindahan
disini : kesepian, kesendirian, dan ketidakbedosaan anak kecil adalah
keindahan. Keindahan adalah sublimasi yang terjadi karena kebabasan menyendiri
dan hikmah ketidakberdosaan.
B.Renungan
Renungan
berasal dari kata renung artinya diam-diam memikirka sesuatu, atau memikirkan
dalam-dalam. Dalam merenung menciptakan seni ada beberapa teori, teori
pengungkapan, metafisik dan teori psikologik.
1. Teori
pengungkapan
Seni adalah suatu pengungkapan dari
perasaan manusia. Tokoh lain juga
menjelaskan bahwa kegiatan seni adalah memunculkan suatu perasaan yang juga
telah dialami orang lain, dan memunculkan dengan perantara gerak, garis, warna,
suar dan bentuk.
2. Teori
metafisik
Teori ini berasal dari plato, yang
mengendalikan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita ilahi.
Pada taraf terendah terdapat realita duniawi.
Menurut Arthur Schopenhauer, seni
adalah suatu bentuk dari pemahaman relita. Dan realita adalah suatu keinginan
yang bersifat sementara.
3. Teori
psikologis
Teori psikologis adalah teori
penandaan yang memandang seni sebagai suatu lambing atau tanda dari perasaan
manusia. Sebagai contoh, sebuah lagu yang iramanya naik turun, cepat lamban
akhirnya berhenti adalah symbol dari kehidupan manusia dengan berbagai
perasaan.
C. KESERASIAN
Keserasian
berasal dari kata serasi yang berarti cocok, atau sesuai. Maka dari itu bila
sesuatu dipaduka dengan serasi maka akan timbul sebuah keindahan.
Filsuf
Inggris Herbert Read manyatakan bahwa keserasian adalah kesatuan dan
hubungan-hubungan bentuk yang terdapat dalam pencerapan-pencerapan indrawi
kita.
(a) Teori Obyektif dan Subyektif
Teori obyektif berpendapat, bahwa
keindahan atau ciri-ciri yang menciptakan estetika adalah sifat yang melekat
pada bentuk indah bersangkutan. Sedangkan teori subyektif adalah bahwa
cirri-ciri yang menciptakan keindahan itu tidak ada, yang ada adalah perasaan
pada seseorang yang mengamati suatu benda.
(b) Teori Perimbangan .
Langganan:
Postingan (Atom)






